Faktor Penentu Keberhasilan Hipnoterapi

Hipnoterapi Bali

Bali merupakan kawasan wisata terkenal yang telah mendunia, berbagai fasilitas healing ataupun pengobatan juga ada di pulau dewata ini seperti Hypnotherapy Bali atau hipnoterapi Bali yang disediakan di Griya Hipnoterapi Bali, yang memberikan layanan In house Training, selain Layanan terapi nya juga ada Hypno outbound Firewalking and breakthrough, yakni dengan berjalan diatas bara api, serta Workshop hypnosis juga, sangat lengkap.

Apa itu Hipnoterapi

Hipnoterapi atau hypnotherapy adalah suatu metode terapi untuk mengubah kebiasaan buruk atau mengatasi masalah trauma dan kondisi gangguan psikologis lainnya tipe dengan menggunakan cara hipnosis atau hypnosis, yakni dengan upaya memasuki alam bawah sadar lalu dengan memberikan suatu sugesti tertentu. Dengan demikian maka manusia bisa berperilaku dan mencapai prestasi yang lebih tinggi dibalik potensinya yang masih terpendam juga mampu untuk menghentikan trauma dan kebiasaan buruknya. Sebagai contoh ialah pada kasus depresi, maka dengan hipnoterapi bisa dibuat menjadi lebih rileks dan fokus, sehingga perasaan dan juga emosi negatif di masa lalu dapat lebih dikendalikan. Itulah salah satu contoh Hypnosis untuk healing, selain itu juga bisa dilakukan Hypnosis untuk parenting agar bisa mendidik dan membesarkan anak dengan lebih baik dan secara mudah tanpa stres,  juga Hypnosis untuk bisnis dan lain sebagainya. Sangat banyak manfaatnya. Hipnoterapi tersebut bisa disebut sebagai Life coaching dan guna mengubah Mindset yang keliru. Dalam proses hipnoterapi maka akan dicari akar permasalahannya dari dalam diri sesorang lalu diberikan solusi pemecahan masalah untuk mengatasinya.

Faktor Penentu Keberhasilan Hipnoterapi

Kelancaran suatu proses hipnoterapi dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini.

Faktor Endogen

Faktor endogen ialah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang, seperti sifat-sifat yang dimiliki. Jadi pastikan adanya keinginan yang kuat untuk berubah. Seperti sifat pemalu yang mau dihilangkan karena menghambat potensi dan mengurangi rasa percaya diri, atau keinginan mengatasi phobia ketinggian atau ingin menghentikan kecanduan akan rokok dan minuman keras, atau ingin membatasi masalah obesitas misalnya dan lain sebagainya.

Faktor Eksogen

Faktor eksogen ialah faktor yang berasal dari luar, atau dari lingkungan sekitar. Hipnoterapi dapat berhasil juga karena faktor lingkungan eskternal. Seperti akibat tuntutan profesi atau pekerjaan, atau dorongan keluarga dan teman dan lain sebagainya. Banyak dan luas sekali manfaat hipnoterapi itu. Salah satu contoh kasus yang cukup banyak terjadi ialah hipnoterapi untuk mengatasi masalah putus cinta yang disediakan oleh Griya Hipnoterapi Bali, biasanya orang sekitar yang mendorong. Berdasarkan suatu hasil studi yang dirilis di Journal of Neurophysiology, pada saat berpisah atau ketika dikhianati oleh orang yang dikasihi dan dipercaya, maka akan terjadi shock dan otak manusia akan mengirim sinyal rasa sakit hingga ke seluruh bagian tubuh. Sinyal tersebut menyebabkan berbagai macam gejala putus cinta dan patah hati, yakni seperti rasa sakit, rasa sedih, murung, dan tidak bersemangat, juga rasa  marah, serta kecewa. Sebagai imbasnya maka bisa muncul dampak seperti timbulnya rasa sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan, serta susah tidur, depresi dan lain sebagainya. Pada saat dalam kondisi putus cinta, maka kadar hormon bahagia yakni dopamin serta oksitosin di dalam tubuh akan menurun dan kadar hormon stres atau kortisol akan meningkat. Guna mengatasinya maka bisa mengikuti sesi konsultasi dan melalukan Hipnoterapi. Dengan demikian akan bisa melupakan masa lalu dan segera move on membuka hubungan yang baru yang lebih sehat, dan lain sebagainya. Biasanya pihak eksternal atau orang terdekat akan bisa mengetahui gejala perubahan yang terjadi dan bisa segera memberikan motivasi dan upaya solusi untuk mengatasinya agar tidak terus berlarut-larut merugikan.

Proses Hipnoterapi

Ada beberapa tahapan yang dalam melakukan hipnoterapi, sebagai berikut.

Tahap pre talk

Pada tahap ini, maka terapis akan melakukan pengumpulan data dan penggalian informasi. Terapis akan mencari tahu akar sebab permasalahannya. Pada tahap ini maka kejujuran sangat diperlukan. Tak perlu merasa malu atau risih dan sungkan kepada terapis sebaiknya ungkapkan segala permasalahan yang ada. Terapis harus menemukan disease serta distress nya. Disease  ialah suatu kondisi yang menyebabkan dan pemicu permasalahannya, sedangkan distress ialah kondisi atau gejala yang terjadi setelah timbul masalah sebagai efek dan dampaknya.

Analisis SWOT

Analisa imi mencakup unsur Strengths, dan Weakness, serta Opportunities, juga Threats atau disingkat sebagai SWOT. Perlu pengenalan diri, meliputi kelebihan serta kekurangan diri.

Tahap Relaksasi

Setelah seluruh data dan informasi diketahui secara lengkap dan rinci maka dimulailah tahap relaksasi guna melupakan seluruh permasalahan yang dihadapi dan bersiap untuk menjalani program ulang.

Tahap Pra Induksi

Pada tahap ini, maka sugesti akan mulai dibangun, dan dipersiapkan program untuk mempengaruhi alam bawah sadar. Diperlukan keyakinan dan kepercayaan serta kepasrahan kepada terapis agar semuanya berjalan lancar dan cepat. Keraguan hanya akan memperlambat proses dan bahkan bisa menggagalkan prosesnya.

Tahap Induksi

Pada tahap induksi ini, maka akan disentuh gelombang alpha yakni tempat otak berada ketika dalam kondisi sadar untuk menuju ke gelombang theta yakni ketika gelombang otak berada pada frekuensi sekitar 3 hz hingga 8 hz, atau dalam kondisi setengah tertidur. Pada kondisi ini akan timbul rasa setengah mengantuk, dan rileks, serta nyaman dan tenang, damai namun masih dalam kondisi sadar. Dengan demikian maka sugesti atau program baru akan mudah dimasukkan. Pada Tahapan induksi inilah maka menjadi penentu mengenai berhasil atau tidaknya suatu proses hipnoterapi. Jika belum masuk ke dalam kondisi theta, maka pikirannya masih tetap berjalan dan bisa melakukan penolakan atau denial sehingga sugesti dan program baru pun sulit untuk dimasukkan.

Tahap hipnosis

Lalu pada tahap hipnosis maka sugesti akan sudah mulai dimasukkan. Keadaan tubuh akan menjadi ringan, dalam kondisi mengantuk, tapi tidak sepenuhnya tidur. Terapis akan  memasukkan sugesti secara satu per satu. Usahakan agar tidak sampai benar-benar jatuh tertidur.

Tahap posthypnotic suggestion

Sugesti akan tetap diteruskan hingga proses hipnosis selesaian menempel makin kuat.

Tahap termination

Pada tahap ini, maka proses hipnoterapi pun berakhir dan akan dibawa kembali menuju alam sadar dan bangun kembali, dengan merasa lebih rileks serta terbuka pikirannya terhadap hal positif yang baru dan melupakan masa lalu.

Demikianlah tentang hipnoterapi itu. Jadi bisa sambil berwisata juga sambil melakukan terapi guna membentuk pribadi yang lebih baik dan berkualitas agar dapat menjalani masa depan dengan kehidupan yang lebih baik dan melepaskan diri dari pelbagai masalah yang mengganggu dan menjadi hambatan serta menimbulkan berbagai penyakit sebagai dampaknya. Pikiran yang mengganggu juga bisa menimbulkan berbagai penyakit fisik tak hanya penyakit kejiwaan saja. Bisa hubungi kontak service Griya Hipnoterapi Bali terlebih dahulu guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan juga penentuan jadwal terapinya dan lain sebagainya. Atasi suatu masalah sejak dini agar tidak membesar dan merembet ke mana-mana dengan dampak kerusakan yang lebih besar.